THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 15 Desember 2010

5 Tips Mencegah Infeksi Mata atau Mata Belekan


Pada musim penghujan sering kali ditemui infeksi mata atau masyarakat awam sering menyebutnya belekan. Namun, sering kali banyak orang mengobati sendiri dengan ala kadarnya. Padahal mengobati sendiri penyakit mata tak selalu aman dan perlu diwaspadai, karena tidak semua kelainan dan penyakit mata sama obatnya. Untuk mewaspadai infeksi mata atau belekan tersebut, perhatikan beberapa tips dari dr. Armanto Sidohutomo, SpM dari Klinik Mata Tritia Surabaya.

Infeksi mata atau belekan disebabkan oleh bakteri, jamur atau virus. Infeksi ini bisa terjadi semua bagian mata, bisa mempengaruhi keduanya atau hanya satu mata saja. ”Untuk itu, sebaiknya menjaga kebersiahan mata setiap saat dengan tidak memegang atau mengucek mata secara langsung dengan tangan yang tidak terjaga kebersihannya,” ungkap dr. Armanto, begitu ia disapa.

Beberapa cara menjaga kebersihan mata dan menghindari penularannya yakni:

1. Tidak mengucek mata dengan tangan.

Jaga kebersihan mata dengan tidak mengucek mata memakai tangan secara langsung, karena tangan merupakan sumber bakteri yang tidak sengaja menempel pada tangan.
...Jaga kebersihan mata dengan tidak mengucek mata memakai tangan secara langsung, karena tangan merupakan sumber bakteri yang tidak sengaja...
Juga jangan gunakan sapu tangan untuk membersihkan mata karena sapu tangan belum tentu terjaga kebersihannya. Gunakan tisu yang bersih untuk membersihkan mata, sekali pakai langsung buang.
2. Gunakan pelindung mata.

Untuk melindungi mata dari debu atau air hujan, gunakan kaca mata atau helm berkaca ketika berkendaraan terbuka agar tak ada kotoran yang masuk melalui air masuk ke mata tersebut. Gunakan juga kaca mata jika berada di tempat-tempat yang berisiko tertular penyakit mata dan infeksi dari kuman yang mungkin menempel di tangan, karena tangan tidak selalu dalam kondisi steril.

3. Cuci tangan pakai sabun.

Jika terpaksa anda membersihkan mata dengan menggunakan tangan, cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Biasakan selalu untuk mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan cairan pembersih tangan sebelum memegang mata. Menghindari menyentuh mata setelah bepergian atau menyentuh barang-barang orang yang sakit mata.

4. Hindari kontak dengan penderita.

Menghindari berbagai barang pribadi seperti handuk, kaca mata, sapu tangan, perias mata atau lensa kontak dengan orang lain.

5. Memperhatikan kaca mata atau lensa kontak  yang digunakan.

Sebelum anda memakai kaca mata atau lensa kontak, bersihkan terlebih dahulu agar tidak ada bakteri atau virus yang menempel di kaca mata maupun lensa kontak tersebut. Sehingga bakteri, virus dan jamur tidak menempel di mata. [rps/eHealth]

Read More..

PENYAKIT MALARIA DAN PENYAKIT THYPUS ( TIPES )


PENYAKIT MALARIA
 
Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles.
Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropik, misalnya di Amerika,Asia dan Afrika.
Ada empat type plasmodium parasit yang dapat menginfeksi manusia, namun yang seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax.
Lainnya adalah Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae.

Tanda dan Gejala Penyakit malaria
Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.

Namun demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap dua hari.
Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti sediakala.
Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak.
Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.

Menegakkan Diagnosa Penyakit Malaria
Dengan adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh Tim kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium (khususnya pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa yang akan diberikan kepada penderita.

Pengobatan Penyakit Malaria
Berdasarkan pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul maupun lebih berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat untuk menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.

Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah Chloroquine, karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine, Artesunat-piperquine, Artemether-lumefantrine, dan Dihidroartemisinin-piperquine.

Pencegahan Penyakit Malaria

Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria.
PENYAKIT THYPUS ( TIPES )

Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).
Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.
Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut.

Diagnosis
Untuk mengetahui penyakit tersebut lakukan pemeriksaan laboratorium seperti :
1. Terjadinya penurunan sel darah putih
2. Anemia rendah karena pendarahan pada usus
3. Trombosit menurun
4. Menemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah, urin
5. Peningkatan titer Widal

Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi/ paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit.
Dikatakan meningkat bila titernya lebih dari 1/400 atau didapatkan kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam waktu 1 minggu.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui bradikardi (denyut melemah) relatif, pembesaran limfa, tegangnya otot perut, dan kembung.
Serta, periksakanlah apakah kandung empedu anda tidak mengalami peradangan menahun karena bakteri Tipes dapat menempati kandung empedu.

Gejala
Gejala yang dialami penderita Tipes dapat diuraikan menjadi berikut ini :
1. Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Terjadi selama 7-10 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun lagi.
2. Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak enak di perut, sembelit atau terkadang sulit buang air besar, dan diare.
3. Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun.

Pencegahan
Penyakit Tipes dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan kuman Tipes , Salmonella typhosa, kotoran, atau air kencing dari penderita Tipes.

Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya.
Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu.
Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Tipes.

Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin Tipes atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun.
Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut.
Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam.
Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes.
Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya) tetap mengkonsumsi obat.

PengobatanPenyakit ini tidak terlalu parah, namun sangat dapat menganggu aktifitas kita. Yang sangat dibutuhkan adalah istirahat total selama beberapa minggu bahkan bulan. Bagi orang yang sangat aktif, hal ini sangat menderita. Anda terasa tidak bisa apa-apa ( setidaknya ini yang saya rasakan ketika menderita penyakit ini).
Yang perlu diperhatikan pasca terkena Tipes adalah :
1. pola makan yang benar, misalnya harus lunak, ya terapkan makan lunak sampai batas yang telah ditentukan dokter, kemudian makanan yang berminyak, pedas, asam, spicy hindari.
2. Kurangi kegiatan yang terlalu menguras tenaga.
3. Kemudian untuk menjaga stamina bisa diberikan Kapsul Tapak ( sesuai ketentuan dokter) Liman 3 x 2 Kaps/hr, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps.hr, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hr (untuk membantu mempercepat penyembuhan luka diusus akibat Typus).
Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat - tinggi kalori dan protein, obat-obatan berupa antibiotika (dijelaskan pada paragraf berikutnya), serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul.
Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat.
Obat harus diminum sampai habis ( 7 – 10 hari ).
Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali.

Read More..

10 Tips mencegah penyakit kanker


lebih baik mencegah dari pada mengobati. Semboyan ini akan terasa sangat berarti apabila berhubungan dengan penyakit kanker. Selain resiko sakit yang semakin parah sampai kematian, pengobatan penyakit kanker pun terkenal cukup mahal dan merepotkan. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita yang belum terkena kanker, terutama yang memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita kanker, untuk lebih menjaga diri dari resiko terserang penyakit ini.

Berikut ini kami kumpulkan tips sehat yang dapat mencegah dan menekan resiko terjadinya kanker :
1. Memanggang jangan dibawah api yang baru menyala dan berasap. Jika memanggang, gunakan panggangan listrik, panggangan gas atau briket arang dengan tempat apinya di samping, supaya tidak ada lemak yang menetes pada bara api atau api yang tengah berpijar. Bila lemak menetes di atas bara, akan terbentuklah zat karsinogen PAC (Polisiklik Aromatis Carbon), dengan asap selanjutnya akan dapat terbawa pada bahan-bahan yang tengah dipanggang. Gunakan alas pemanggangan jika memanggang langsung pada api, sehingga tidak ada tetesan lemak yang jatuh pada bara atau api. Jika memanggang menggunakan arang atau briket, maka letakkan bahan yang hendak dipanggang setelah arang membara dengan baik. Biasanya proses pem”bara”an berlangsung 30 sampai 60 menit, ia akan menunjukkan bara yang sudah menyala merah dengan beberapa bagian telah menjadi abu putih.

2. Hindari makanan yang dibakar atau dipanggang berlebihan, misalnya hingga menimbulkan kegosongan yang berlebihan. Lebih baik buanglah bagian yang sudah sangat gosong tersebut (sangat hitam).

3. Hindari penggunaan berulang minyak atau margarin bekas menggoreng, terutama untuk produk-produk daging dan ikan.
4. Hindari proses penggorengan dengan panas yang berlebihan.

5. Semangkuk sereal dengan susu setiap hari dapat memberi asupan serat dan kalsium yang cukup untuk mencegah terjadinya kanker. Akan lebih baik lagi jika perolehan serat didapat dari buah-buahan segar dan sayuran, karena selain mengandung serat, umumnya buah-buahan dan sayuran mengandung vitamin dan mineral yang berguna bagi kesehatan tubuh. Buah tomat kaya akan zat likopen yang dapat mencegah terjadinya kanker. Ingat bahwa kondisi tubuh yang kurang baik juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker.

6. Kurangi asupan lemak, jika Anda sudah masuk kategori ‘gemuk’, sebaiknya hindari sama sekali.

7. Kurangi, dan sebaiknya hindari makanan yang diawetkan, diasapkan, diasamkan, dan makanan yang banyak mengandung zat tambahan makanan seperti pewarna buatan, perasa buatan dan pengawet.

8. Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol!

9. Hindari sinar matahari setelah pukul 9 pagi sampai pukul 2 siang untuk menghindari paparan sinar UV yang dapat meningkatkan resiko kanker kulit. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa gunakan tabir surya.

10. Jika Anda harus melakukan pemeriksaan roentgen, usahakan tidak melakukan pemeriksaan kembali setidaknya setelah 6 bulan untuk memberi waktu sel-sel tubuh yang rusak akibat radiasi untuk memperbaiki dirinya. Paparan radiasi ionisasi pada sinar X dapat menjadi pencetus terjadinya kanker.

Read More..

Cara Jumantik Memberantas Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)


Jumantik yaitu singkatan dari Juru Pemantau Jentik adalah petugas khusus yang berasal dari lingkungan sekitar yang secara sukarela mau bertanggung jawab untuk malakukan pemantauan jentik nyamuk DBD aedes aegypti di wilayahnya serta melakukan pelaporan ke kelurahan secara rutin dan berkesinambungan.
Kegiatan / Tugas Jumantik Dalam Memantau Wilayah :
1. Mencek tempat penampungan air dan tempat yang dapat tergenang air bersih apakah ada jentik dan apakah sudah tertutup rapat. Untuk tempat air yang sulit dikuras diberi bubuk larvasida seperti abate.
2. Membasmi keberadaan kain / pakaian yang tergantung di dalam rumah.
3. Mengecek kolam renang dan kolam ikan agar bebas dari jentik nyamuk.
4. Menyambangi rumah kosong / tidak berpenghuni untuk cek jentik.
Jumantik harus mendapatkan pelatihan khusus jumantik dan tinggal di dekat wilayah pantau jentik nyamuk dbd. Pemantauan dilakukan satu kali dalam seminggu (biasanya jumat) pada pukul pagi hari. Jika ditemukan jentik nyamuk maka petugas berhak memberi peringatan kepada penghuni / pemilik untuk membersihkan atau menguras agar bersih dari jentik. Jumantik lalu membuat catatan dan laporan yang diperlukan untuk dilaporkan ke kelurahan dan kemudian dari kelurahan dilaporkan ke instansi terkait atau vertikal.
Selain petugas jumantik (juru pemantau jentik), orang yang tinggal di sekitar suatu wilayah wajib juga melakukan pengawasan/pemantauan jentik di wilayahnya (self jumantik) dengan tehnik dasar minimal 3M Plus, yaitu :
1. Menutup
Menutup adalah memberi tutup yang rapat pada tempat air ditampung seperti bak mandi, kendi, toren air, botol air minum dan lain sebagainya.
2. Menguras
Menguras adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti kolam renang, bak mandi, ember air, tempat air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
3. Mengubur
Mengubur adalah memendam di dalam tanah untuk sampah atau benda yang tidak berguna yang memiliki potensi untuk jadi tempat nyamuk dbd bertelur di dalam tanah.
Plus Kegiatan Pencegahan :
- Menggunakan obat nyamuk / anti nyamuk.
- Menggunakan kelambu saat tidur
- Menanam pohon & binatang yang dapat mengusir/memakan nyamuk dan jentik nyamuk.
- Menghindari daerah gelap di dalam rumah agar tidak ditempati nyamuk dengan mengatur ventilasi dan pencahayaan.
- Memberi bubuk larvasida pada tempat air yang sulit dibersihkan.
- Tidak menggantuk pakaian di dalam rumah serta tidak menggunakan hordeng dan perabot gelap yang bisa jadi sarang nongkrong nyamuk, dll.

Read More..